Yudisium Program Pascasarjana Undiknas

Last Update: 2016-09-03    4732 views

Direktur Pascasarjana Undiknas yang juga Rektor Undiknas University, Prof. Ir. Gede Sri Darma, S.T., M.M., D.B.A., F.P.E., Sabtu (3/9) meyudisium 104 Magister. Dari jumlah itu sebanyak 68 orang adalah lulusan Magister Manajemen (MM)Un dan 36 orang lulusan Magister Administrasi Publik (MAP).

Untuk  kedua kalinya, Pascasarjana Undiknas memberikan gelar akademik MBA kepada tiga orang lulusannya. Mahasiswa yang meraih gelar MBA yakni Ni Luh Sudianti, Martin Pangondian Gultom dan Dewa Gede Rhadea Prana Prabawa. Dengan demikian hingga kini Pascasarjana Undiknas sudah memberikan gelar MBA untuk lima lulusan terbaiknya.

Suasana yudisium Pascasarjana Undiknas kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kali ini yudisium didahului dengan rapat tertutup penentuan kelulusan dan verifikasi nilai oleh para dosen dan pengelola. Rapat dipimpin oleh Direktur Pascasarjana Undiknas yang kemudian hasilnya langsung diumumkan kepada mahasiswa pada acara yudisium. Model baru ini diakui jauh lebih efektif dan efisien. Dikatakan efisien karena pada acara ini mahasiswa cukup datang dengan pakaian putih hitam. Sementara acara yudisium digelar di Auditorium Undiknas Gedung A lantai 4 yang megah.

Prof. Gede Sri Darma mengatakan dalam rapat dosen terjadi pertentangan sengit antara dosen penguji dan dosen pembimbing, namun demikian akhirnya sepakat meluluskan ke 104 magister MM dan MAP.

Prof. Gede Sri Darma menekankan lulusannya yang meraih gelar MBA sudah melalui seleksi yang sangat ketat dan berstandar internasional. Ketiganya memenuhi standar lulus dengan tes TOEFL minimal 550, IPK diatas 3.75 dan tesis disusun dengan menggunakan bahasa inggris. Prof. Gede Sri Darma mengatakan bangga karena lulusan Pascasarjana Undiknas kali ini sebagian lulus dengan predikat cumlaude. Ini menunjukkan bahwa kualitas lulusannya berstandar nasional dan internasional. Selain itu lulusan Pascasarjana Undiknas juga berasal dari berbagai disiplin ilmu ada dari dokter, pengusaha, PNS dan wiraswasta. Untuk itu Prof. Sri Darma berharap agar lulusannya terus mengisi diri untuk meningkatkan eskalator kehidupan. “Kami menjamin mereka diproses secara profesional”, sambung Prof. Sri Darma.

Ditanya soal mulai September 2016 diberlakukan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) oleh Kemenristek Dikti, Prof. Sri Darma sangat setuju guna menghindari ijazah palsu dan mahasiswa abal-abal. Sebab, selama ini ijazah dikeluarkan oleh PT masing-masing. Bagi Undiknas yang menekankan kualitas, kebijakan tersebut sangat penting untuk menghasilkan lulusan PT yang benar-benar mengikuti proses PBM yang baik. Selain itu untuk menekan praktik kecurangan yang pada akhirnya merugikan anak bangsa.

Sementara itu, wakil Direktur Pascasarjana Undiknas Dr. A.A.N Eddy Supriyadinatha Gorda memaparkan di Prodi MM 80.88 persen lulus dengan predikat cumlaude. Lulusan terbaik dan tercepat diraih oleh Ni Kadek Yuliandari dengan IPK 3.86 dan masa studi 14.4 bulan. Peraih IPK tertinggi adalah Martin Pangondian Gultom (3.98). Sementara Prodi MAP dari 36 magister yang diyudisium sebanyak 52.78 persen meraih predikat cumlaude. Tampil sebagai lulusan terbaik adalah Ida Bagus Perang Wibawa IPK 3.96 dengan masa studi 14.1 bulan dan IPK tertinggi diraih oleh Ni Luh Eka Supriani Dewi dan Putu Ariani dengan IPK 3.97.

 
 
Copyright © 2010 pasca-undiknas.ac.id | Designed by Team Cybernet Pascasarjana Undiknas | All Rights Reserved